Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2019

Menyadari hal-hal penghambat

Hasil gambar untuk cowok bingung


Susah fokus (bingung menentukan dan pikiran campur aduk) dan sekali fokus malah salah fokus adalah penghambat atas semua hal tidak 100% bahkan gagal ini-itu.

Salah satunya menulis post ini sudah menyangkut lama dipikiran, tetapi kendalanya bingung menulis yang akhirnya seperti apa adanya (tidak 100% setidaknya tidak 0%). (padahal saat ini harusnya fokus bikin asisten pribadi dg belajar tensorflow dan goole colab)..

Memulai dengan post menyadari hal-hal penghambat tidak 0% memungkinkan sebagai cara belajar untuk mendapatkan standar menulis saya nantinya.


Wubba Lubba Dub Dub

Sukses Karena Pilihan

Bersungguh-sungguh akan mendapatkan kesuksesan.


Kesuksesan adalah melalui kesungguhan, ketekunan dan pengorbanan.
Tantangan terbesar mencapi kesuksesan adalah melawan sisi negatif diri sendiri yang mudah menyarah (sudah berapa kali mencoba dengan lebih teliti?) dan menggunakan berbagai alasan pembenarannya.


Keinginan berbentuk mimpi, angan atau cita yang dibangun dalam pikiran,
keinginan tumbuh seiring pergaulan, pendidikan, lingkungan.

Pada perkembangannya, sebagian mampu mewujudkan, sebagian lain tidak dan hanya khayalan.

Sukses adalah mampu mewujudkan keinginan. cita menjadi dosen, misalnya, disebut sukses ketika mampu mewujudkan. cita punya rumah mampu mewujudkan rumah tersebut,

Kriteria sukses berbeda-beda, sangat tergantung keinginan dan cita-cita masing-masing. Telah berhasil mencapai sesuatu bisa dianggap belum apa-apa. Perbedaan pandangan wajar karena perbedaan pola pikir.

Perlu mendefinisikan arti kesuksesan menurut dirinya sendiri. Mungkin mendiskusikan, tetapi tetap karena kita yang mengetahui kondisi kita secara baik, kita sendirilah yang perlu mendefinisikan sukses versi kita.

mempunyai pikiran, dapat memilih, apakah ya atau tidak. Hanya petunjuk, sukses, perlu bekerja keras / kemalasan 

KERJA KERAS
Semua mau sukses. Tetapi bekerja keras  tidak semua mau. Disinilah membedakan dengan lainnya. Kesuksesan sangat bergantung kerja keras, semakin rajin semakin cepat pada kesuksesan.

KERJA CERDAS
mengindikasikan mampu memaksimalkan potensi sehingga menghasilkan produktivitas lebih tinggi.
Kerja cerdas bukan kebalikan kerja keras. Kerja cerdas tetap membutuhkan kerja keras dengan kuantitas sama besar, sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang lebih besar. Kerja cerdas tidak mengindikasikan kesuksesan diraih dengan bermalasan.
Kerja cerdas adalah berpikir kreatif dan inovatif, membuat produktivitas meningkat. Tidak ada kompromi, kesuksesan hanya bisa diraih melalui kerja keras.

meraka yang sukses harus dilalui dengan berbagai rintangan dan kerja keras.

Penyanyi, kerja keras, berlatih terus-menerus agar kualitas dan penampilannya ok. 

Programmer begadang menatap komputer penuh barisan kode belajar / memperbaiki program  error, kegiatan bukan perkara mudah karena menjenuhkan apalagi algoritma rumit untuk membuat karya hebat bermanfaat 

Tidak ada kesuksesan tidak mengandalkan kerja keras. 
Pilihan mau berarti harus bekerja keras atau tidak 


Motivation

A decisionn was made, 2% nat sisianya usaha
IM ENGINEER, NOTRE ESPIRIT EST L'AVENIR
programming is an extremely creative profession. It’s logic-based creativity.

Teknologi terus berkembang dunia terus berubah. hidup berlari bersama perubahan

 Feedback is welcome!
matrix multiplication
gunakan istilah xyz
 machine learning hype.
BILL
GATES
"I am results-oriented."
- be focused on result

VALINTINO
ROSSI
"I race to win"


sabar menghindarkan kesialan, jika terlanjur sial maka sabar menghindarkan lebih sial.

Semangat modal utama






































Apapun situasinya, bersemangatlah

Kamis, 04 Agustus 2016

Kita Adalah Tuan Bagi Diri Kita Sendiri




“Miskin dan kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.

Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan kaya dari “sononya”, maka usaha apa pun, bahkan kerja “seenaknya” bisa menjadikan kita sukses dan kaya.
Mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah (hanya lulusan SMA/SMP/bahkan SD) maka spontan yang timbul di benak kita; kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.
Dengan persepsi seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup “ala kadarnya” atau sekedar hidup. Jika mitos ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas, mau kerja keras, ulet, siap belajar, dan berjuang, maka akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya! Seperti pepatah dalam bahasa Inggris “character is destiny”, kharakter adalah nasib.
Tidak peduli bagaimana Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!
Seperti kata-kata mutiara yang saya tulis; Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Hancurkan mitos “miskin adalah nasib saya!”
Bangun karakter dan mental sukses!!!
Karena kita adalah penentu masa depan kita sendiri!
Majikan bagi nasib kita sendiri!
Sekali lagi, jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.
sumber: Andri Wongso

Archive

About

Catatan belajar

Pageview / Week